Mystery surrounds Michael Jackson's sudden death

MJ

One day after Michael Jackson's sudden death, speculation was already turning to what killed the 50-year-old "King of Pop" just weeks before a long-awaited series of comeback concerts. A family attorney said on Friday he had been concerned that Jackson's use of prescription drugs for dancing-related injuries would eventually prove fatal and that the entertainer's inner circle had ignored his warnings. Authorities scheduled an autopsy for Friday. But they cautioned it could take weeks to determine a cause of death, which will likely have to wait for the return of toxicology tests. Those tests will determine if Jackson had any drugs, alcohol or prescription medications in his system.

Autopsy set after Michael Jackson's sudden death

MJ

Michael Jackson, defined in equal parts as the world's greatest entertainer and perhaps its most enigmatic figure, was about to attempt one of the greatest comebacks of all time. Then his life was cut shockingly - and so far, mysteriously - short. The 50-year-old musical superstar died Thursday, just as he was preparing for what would be a series of 50 concerts starting July 13 at London's famed 02 arena. Jackson had been spending hours and hours toiling with a team of dancers for a performance he and his fans hoped would restore his tarnished legacy to its proper place in pop.

Antara Pusing Dan Jemu

On 8:07 PM

Sekarang ini adalah masa kampanye untuk pemilihan Presiden Indonesia untuk periode 2009 - 2014 yang akan di gelar di bulan juli atau tepatnya tanggal 8 juli 2009. Selama sebulan sebelum hari pen-contrengan, para calon presiden menggelar kampanye dengan menggunakan berbagai media, dengan satu tujuan yaitu merebut kursi nomor satu di negeri ini.

Selama masa kampanye ini mungkin kuping kita akan terasa bosan, dan mata kita akan jemu melihat para kandidat calon presiden dan wakil presiden, ataupun juga para tim sukses-nya beradu argumen dan berdebat tentang keunggulan calon presiden dan wakil presiden yang di dukung.

Ini juga yang aku alami selama seminggu ini, gak dikantor ataupun dirumah semuanya seakan sudah menjadi para ahli politik, yang mungkin malah merasa udah lebih pinter dari pengamat politik yang sering kita lihat di televisi, yang menurut kita “ahli”.

Antara jemu dan jengkel, kadang saya juga ikut mendebat biarpun gak jelas, biarpun sebenarnya menurutku itu benar, saya terus debat, sekalian ngetes teman teman kantor yang sudah berganti profesi menjadi pengamat politik.huehue..maaf yah…jadinya malah debat kusir..

Cuma yang sampe sekarang masih mengganjal, dan selalu menjadi pertanyaan dalam hati adalah, Kenapa Kekuasaan Selalu Menjadi Rebutan, Bahkan Sampai Menghabiskan dana Miliaran Rupiah?? Seberapa pentingkah kekuasaan? Apa manfaat buat kita untuk dunia dan akhirat?

Kita belum lupa, bahwa sebelum ini kita sudah melewati pemilihan calon legislatif, berapa caleg yang stress karena gagal? kenapa stress? mungkin sudah habis miliaran rupiah, atau bahkan malah uang kampanye didapat dari hutang. Akhirnya pas kalah, bukan mendapat kekuasaan tapi malah ditagih hutang..kasihan…

Kita tahu bahwa menjadi pemimpin mempunyai tanggung jawab yang besar, bukan hanya tanggung jawab dunia, tapi juga akhirat. Kalo toh bisa melewati tanggung jawab didunia apa bisa melewati tanggung jawab di akhirat? hikz..ngeri ngebayanginnya..Ada yang berminat?

Sumber:http://on.comli.com/bebas/pusing-jengkel-dan-bingung/

0 Response to "Antara Pusing Dan Jemu"

Post a Comment

    Featured-video

    Tag-cloud